Kegunaan Tokek

Manfaat Tokek versi Indonesia.

Di pertengahan tahun 2009 ini perdagangan Tokek menjadi semakin tidak masuk akal. Ada yang memasang harga hingga milyaran rupiah. Sebenarnya apa manfaat Tokek bagi kesehatan?

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Prof Wang dari Universitas Henan Cina dapat menjawab atas pertanyaan tersebut, dan temuan mereka telah dipublikasikan dalam World Journal of Gastroenterology. Mereka mengkaji mengenai studi farmakologi atas Tokek dan kejelasan mekanisme anti-tumornya. Ternyata Tokek memiliki dampak positif pada tumor ganas demikian dalam laporan klinis.
Prof. Wang dkk, telah meneliti efek anti-tumor Tokek di terhadap tumor esofagus, menggunakan sel karsinoma manusia dan xenografted Kaposi 180 di tikus strain Kunming serta mekanisme anti-tumornya. Metode yang digunakan adalah metoda serum farmakologis secara in vitro. Tingkat pertumbuhan sel karsinoma esofagus manusia (EC9706 atau EC1) diukur dengan memodifikasinya menjadi 3 – (4,5-Dimethylthiazol-2-il) -2,5-diphenyltetrazolium bromide (MTT). Kemudian tumor ditransplantasikan ke model tikus S180 Kaposi. Lima puluh tikus dibagi secara acak menjadi lima kelompok (n = 10). Tiga kelompok diperlakukan masing-masing dengan Serbuk Tokek secara oral pada dosis 13,5 g/kg, 9 g/kg, dan 4,5 g/kg per hari. Kelompok negatif (NS grup) diperlakukan dengan oral dengan larutan garam dengan volume yang sama dan kelompok positif (grup CTX) diperlakukan dengan 100 mg/kg Cytoxan secara injeksi intraperitoneal pada hari pertama. Setelah 2 minggu perawatan, kegiatan anti-tumor dievaluasi dengan menimbang jaringan tumor. Kemudian pengaruh terhadap organ kekebalan dideteksi menggunakan indeks timus, limpa, indeks kecepatan fagositik. Ekspresi protein faktor pertumbuhan endothelin vaskular (VEGF) dan faktor pertumbuhan fibroblast dasar (bFGF) akan dideteksi secara imunohistokimia. Tingkat sel apoptotik dideteksi dengan metoda Tunel.

Hasi yang didapatkan adalah nilai OD dalam setiap kelompok Tokek setelah 72 jam berkurang secara signifikan di EC9706 dan EC1. Berat tumor di setiap kelompok Tokek juga menurun secara signifikan (1,087 + / – 0,249 vs 2,167 + / – 0,592; 1,021 + / – 0,288 vs 2,167 + / – 0,592; 1,234 + / – 0,331 vs 2,167 + / – 0,592; P < 0,01, masing-masing). Namun, indeks timus dan indeks Limpa tikus dalam kelompok Tokek tidak mempunyai berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok NS. Nilai immunoreactive bFGF protein VEGF dan ekspresi dari masing-masing kelompok Tokek menurun secara signifikan. Indeks apoptosis (AI) dari masing-masing kelompok semakin meningkat dengan peningkatan dosis Tokek secara Tunel.

KESIMPULAN: Tokek memiliki efek anti tumor baik secara in vitro maupun in vivo; induksi apoptosis sel tumor dan pengaturan ekspresi protein VEGF dan bFGF menjadi kemungkinan atas efek anti tumor dari Tokek.

Sumber:horcux

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>